Dear Hayat..
Untuk pertama kalinya aku
memberanikan diri menuliskan sekaligus mengutarakan perasaan yang selama ini bergemuruh
setiap menatap namamu di facebook. Gak jarang tangan ini bergetar untuk
mengetik sepatah kata atau hanya untuk sekedar menyapamu melalui chat yang ada.
Rasanya.. seperti sulit sekali menekan huruf yang tersedia di note book ku
untuk menyapamu. Entah apa yang ada difikiranku tentang dirimu.
Saat pertama jumpa ketika kita
berumur belasan tahun di SLTP Negeri 7, dan saat itu pula Tuhan menakdirkan aku
bertemu dan mengenalmu selama tiga tahun untuk duduk dalam kelas yang sama dan
bangku yang Alhamdulillah selalu membuat sudut untuk menatapmu. Gak jarang aku
menyimpulkan senyum malu ketika teringat akan dahulu saat-saat kita sekelas.
Hayat Al Rakha... itu namamu yang
selalu menghiasi hati dan pikiranku sepanjang usia dan hembusan nafasku sejak
mengenalmu. Selama aku mengenalmu di usia belasan tahunku, kamu adalah sosok yang sangat mengagumkan. Kamu
pintar, manis, dan kamu seorang pria yang soleh. Kamu tahu.. sewaktu pulang sekolah
aku sering mengikutimu sampai rumahmu. Aku cuma ingin lebih tahu tentangmu dan
di mana rumahmu. Selenting di fikiranku untuk bertanya sama Fajar teman baikmu.
Tapi malu dan takut rasanya untuk bertanya tentangmu. Sangat menyesal sekali
karena ketakutanku untuk bertanya tentangmu ketika kelulusan terjadi saat itu. Tapi
lagi-lagi aku sangat merasa Tuhan sangat baik padaku. Aku ditakdirkan untuk
bertemu dan satu sekolah lagi sama kamu di SMA.
Tapi jujur, sangat menyedihkan
ketika mengingat saat SMA dulu. Kelas kita selalu berjauhan dan gak jarang
ketika kita berpapasan, kamu salalu acuh padaku :( :( :( seakan-akan
kamu tak mengenalku... sosok yang dulu hangat tiba-tiba seperti aku tak mengenal
itu.. kamu berubah dingin terhadapku. Entah apa salahku..
Dan ketika tiga tahun di SMA itu
berlalu kamu pun menghilang. Sering sekali
aku mencoba sekedar sms atau menelephone ke nomer yang biasa aku mengganggumu
selama enam tahun bersama dalam satu sekolah, tapi operator cantik itu selalu
menjawab kalau nomer yang aku hubungi salah. Sangat sulit untuk mengikhlaskan
kamu pergi dari penglihatanku.. Sampai suatu saat aku membuat akun facebook dan
menemukan sebuah nama “Hayat Al Rakha”.. Segera aku klik dan ternyata
terpampang wajahmu di profile akun nama itu. Alhamdulillaaah yesss... finally..
Saat senang, malu, takut pun
bercampur aduk sampai saat ini setiap membuka facebook. Aku selalu mengunjungi
fb-mu setiap kali aku membuka facebook. Dan gak jarang aku mulai memberanikan
diri bertanya tentang dirimu kepada teman-temanmu yang temanku juga. Mereka bilang
kamu telah menjadi sosok pria yang dewasa, baik, soleh dan pintar. Dan aku
selalu mengagumi setiap status yang kamu share. Kata-kata yang indah. Yang membuat
aku dan yang melihat statusmu selalu ingin menekan tombol “like this” yang
tersedia...
Hayat.. maaf jika isi surat ini
membuatmu marah. Tapi ketahuilah, untuk mengutarakan semuanya butuh keberanian
belasan tahun selama kita saling mengenal. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku
menyayangimu layaknya seorang wanita menyayangi pria.
Hayat.. Bolehkah aku menjadi
hidup sepanjang hayatmu??
Yang
mengaggumimu,
Larasaty
Putri
No comments:
Post a Comment