Teruntuk
Dimas...
Dimas.. Ingatkah kamu saat taman
kanak-kanak dulu kau berdiri tegak sebagai ketua kelas. Mengatur barisan dan
sesekali menggelitik teman yang sulit untuk diatur dalam barisan untuk memasuki
kelas.. Saat itu pun aku menaruh rasa lebih dari sekedar teman..
Dimas.. Aku sungguh rindu
saat-saat itu.. Saat kecil yang di dunia kita hanya ada 3m.. main, makan, dan
mandi hujan.. Indahnya masa kecilku karena bukan hanya satu sekolah di TK Taman
Anggrek saja, tapi rumah kita pun bersebelahan.
Dim, ingat gak kalo dulu setiap
hari kamu memetik bunga melati yang ada di perkarangan rumahmu untuk kamu
sematkan di telingaku? Lalu kamu bilang melati yang harum untuk melati cantik.
Wajahku memerah setiap itu.. Lucu sekali kalau ingat hal itu ya.. Tanpa dosa
dan dengan polosnya kamu mengucapkan cinta padaku..
Hey Dim, tapi cinta monyet kita
itu ternyata cukup panjang ya.. Kisah itu berlanjut saat kita satu kelas lagi
di Sekolah Dasar walaupun pada akhirnya pisah saat aku pindah ke Jakarta karena
kerjaan Papaku.
Sekarang... kita sudah sama-sama
dewasa. Teringat akan dahulu, tak ada
kata putus antara kita tetapi kita berpisah dan tak ada kabar satu sama
lain. Seandainya kamu dan aku ditakdirkan untuk satu. Mungkin gak ya kamu
menyematkan melati di telingaku setiap pagi lagi seperti dulu? :D
Cintamu Yang Tak Pernah Putus
Melati
keren!! like this uthy.... :))
ReplyDelete