Wahai
Hijab..
Hijab suciku.. sudah lewat dari
satu tahun lamanya kamu membalut kepalaku dengan anggun.. Begitu pun kau
mengajariku dan selalu mengingatkanku akan akhlak dan tingkah laku yang harus
ku jaga demi mempertahankan kesucianmu hijabku..
Semua kulakukan ikhlas dan tulus
dari hati hanya semata-mata karna ingin mendapat ridho-Nya.. Bukan menutupi
segala kelakuanku yang buruk atau hanya untuk topeng semata seperti apa yang
telah dikatakan saudariku di timeline..
Hijabku.. kamu yang telah lebih
mendekatkan diri ini yang penuh dosa kepada Sang Illahi Robbi.. Malu rasanya
jika diri ini bersikap tidak baik atau bersikap yang membuat hati orang lain
terluka.. Karena aku tau, dalam Islam tidak mengenal untuk jilbabkan hati
tetapi lebih untuk menundukkan hati agar dapat membahagiakan, menghibur, dan
membawa pelangi di lingkungan sekitar kita..
Wahai hijab.. aku pun sadar akan
diri ini bukan seorang atau wanita yang sempurna yang tak luput dari kesalahan.
Maka tolong sampaikanlah kepada saudariku wahai hijab tentang apa yang telah
dia bicarakan tentang hijab yang terkadang adalah sebuah topeng tentang tingkah
laku wanita yang mengenakanmu untuk segera ia memakai hijabmu agar dia sadar
akan siapa dia di dunia ini.. Agar dia sadar apa yang telah dia bicarakan
adalah sebagai cerminan hatinya yang tidak menunduk akan perintah Yang Maha
Tahu karena telah melukai hatiku dan wanita-wanita lain yang berhijab..
Hijabku.. biarlah kamu yang
menjadi saksi apa yang ada telah terjadi di kehidupanku dan di hatiku.. Aku tak
perduli tentang apa yang telah dikatakan dia tentang hijab yang kupakai dan
tentang apa yang ia bicarakan kenyinyiran tentang diriku karena biar Dia Yang
Maha Adil yang membalas perlakuan atas rasa sakit hatiku ini..
Terimakasih hijabku karena kamu
telah mengingatkanku akan banyak hal.. kesabaran, kesetiaan, ketaqwaan, tingkah
laku dan perbuatanku..
Wanita
Pencintamu,
Putri
No comments:
Post a Comment